Skip to main content

Posts

Featured

Aku, Jatuh Padamu Dalam Segala Kurang Penuhmu

Aku tidak datang kepadamu dengan ukuran tentang sempurna, tidak pula dengan keinginan menimbang mana yang layak dan mana yang kurang. Sejak awal aku mengerti, manusia bukanlah kisah yang selesai dalam satu waktu. Kita adalah kumpulan jeda, retak yang perlahan dirapikan, dan bagian bagian yang tak selalu bisa dijelaskan dengan kata. Maka ketika aku memilih mendekat, itu bukan karena kau utuh, melainkan karena segala yang belum selesai dalam dirimu terasa begitu nyata. Aku jatuh padamu dalam segala kurang penuhmu. Pada caramu diam yang sering kali lebih jujur daripada kata-kata. Pada sikapmu yang kadang menjauh seolah sedang berdamai dengan sesuatu yang tidak pernah kau ceritakan. Aku tidak menganggapnya sebagai penolakan. Barangkali itu hanya caramu bertahan, cara yang dunia ajarkan tanpa sempat memberimu pilihan lain. Dan dalam setiap jarak yang kau ciptakan, aku tetap memilih tinggal, bukan karena aku tak mampu pergi, tetapi karena aku ingin memahami. Ada saat-saat di mana hatimu tera...

Latest Posts

The Golden Year: 26 on the 26th

Dijon

He Knew Before I Did

The Illusion of a Promise: On Loving Without Certainty in Laufey’s “Promise”

Time Moves Forward, But The Heart Lingers Where It Once Felt Most Alive

Sadness Is Universal, But Happiness Is Mine

I Think I Lost My Sense of Direction Somewhere Along the Way

I Am Never Telling Anything to My Parents

Akhir Pekan Yang Hilang

Hujan dan Kematian