Putting my tippy toe in


Bukan lagi cengkrama yang paling hangat dari padatnya pagi ditengah agenda
Bukan lagi dirimu yang berada di dalam putarannya
Dan tentu bukan lagi perihal jatuhkan hati kepada orang yang benar
Kamu, sejuta nyata dan bukan dalam genggaman

Aku si mahir membohongi diri
Menolak ingat bagaimana tingkahmu yang menjadikan diriku sebagai makhluk paling beruntung di muka bumi
Tuturmu dengan sopan begitu dilantunkan dengan penuh sihir
Aku, terjebak dalam situasi yang diciptakan begitu rumit

Sudahi atau tutupi? Tentu aku tidak tahu
Karena bagiku keduanya hanya memiliki makna satu
Berada pada titik cinta yang harus dan mau tak mau diabaikan karena aku tahu semua ini terasa sangat semu
Seribu persen setuju jika hati telah bersih remuk tak tersisa sekecil residu

Terima kasih atas pemberian kesenjangan rasa yang kuterima
Terima kasih atas hal-hal sederhana yang terasa begitu nista
Terima kasih atas waktu yang kini harus kubayar agar tak ada yang sia-sia
Dan terima kasih atas seluruh janjimu yang harus ku telan mentah-mentah

Dengan ini aku panjatkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya
Perihal cintaku yang masih belum bisa aku sekap
Dan perihal ragaku yang masih berharap akan ada waktu untuk berjumpa
Kita, adalah kata yang bukan lagi menjadi makna sakral untuk aku kenang


Comments

Popular Posts